SEBELAS
RIBU
WARGA
Menuju Rampak Genteng

    Merupakan tradisi membunyikan tanah Jatiwangi yang diselenggarakan setiap Tahun Tanah (tiga tahun sekali) tepatnya setiap tanggal 11 November. Dimana ribuan warga, membuat alat musik dari tanah liat bersama-sama, untuk kemudian dibakar secara berjamaah hingga dimainkan dalam satu orkestra bersama.

    70Jebor
    5000Siswa
    1000Buruh
    32Komunitas
    24Instansi

    11 NOVEMBER 2018

    Tahun 2018, merupakan tahun ketiga rampak genteng ini diselenggarakan. Di mana rencananya 11.000 warga; bukan hanya dari Jatiwangi, namun juga dari empat penjuru mata angin; Kaler, Kidul, Kulon, Wetan di Kabupaten Majalengka, akan ikut terlibat dalam prosesi Rampak Genteng.

    Landasan Berpikir

    Bahwa sebagai wujud rasa penghormatan kepada para pendahulu kebudayaan Jatiwangi kami persembahkan Rampak Genteng sebagai tanda istikomah yang tidak pernah lekang oleh waktu.

    Tingkat Kunjungan

    Rampak Genteng dirancang dengan platform yang terbuka bagi berbagai macam kunjungan. Dari mulai wisatawan lokal dan mancanegara hingga berbagai macam pihak yang ingin terlibat secara voluntering dalam kerja bersama, seperti; mahasiswa, peneliti, musisi juga aktivis.

    Bertemu Tetangga

    Setiap harinya kami bergerilya ke desa-desa, sekolah juga tongkrongan, untuk membuat alat musik dan berlatih komposisi rampak genteng. Bertemu kembali dengan tetangga-tetangga kami. Setiap harinya tanah dan bunyi mempertemukan kami. Melahirkan cerita dan silaturahmi baru.

    Apa saja yang Ada?

    97%

    Kegembiraan

    60%

    Rasa Lelah

    90%

    Pesta Tanah

    99%

    Kebanggaan

    Apa kata mereka?

    Melaksanakan Ikrar dan melibatkan seluruh komponen masyarakat Jatiwangi.
    Winarno
    DANRAMIL Jatiwangi
    Masyarakat sangat antusias sekali, baik kalangan muda, dewasa maupun tua semua ikut datang.
    Lukman A. SH
    Kanit Polsek Jatiwangi
    Mengkondisikan siswa untuk belajar mengenal lingkungan, belajar diluar kelas, dan belajar memahami konteks sosial.
    Nana Surjana
    Kepala Sekolah SMKN PALASAH

    Tanah sebagai lahan, bahan, dan gagasan.